Landasan Larangan Judi di Mata Islam

Landasan larangan judi di mata islam – Perjudian sudah bukan merupakan hal yang tabu lagi untuk diperbincangkan saat ini. Karena maraknya praktek perjudian online maupun offline via rumah-rumah casino https://akunjudi.id/ yang sudah begitu menjamur. Upaya untuk menanggulangi hal ini tidak kurang-kurang dilakukan. Mulai dari sanksi hukum hingga sanksi sosial dimata agama.

Berbicara mengenai agama, ada aturan dimana proses perjudian ini dilarang untuk dimainkan karena dianggap sebagai hal yang haram. Sebagai contohnya adalah agama Islam yang banyak dianut oleh masyarakat luas diseluruh dunia. Perjudian sudah menjamur ditengah masyarakat, bukan hanya di Indonesia, tetapi sudah menyebar diseluruh penjuru dunia. Tidak hanya itu, judi sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad belum dilahirkan.

Dalam Islam, perjudian adalah hal yang haram untuk dilakukan. Hal itu dibuktikan dengan adanya petikan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menerangkan tentang larangan judi. Judi, banyak ragam jenisnya, mulai dari judi dengan menggunakan alat permainan, sampai yang tidak menggunakan alat permainan. Demi bermain judi pun, kadang pemain sampai rela bersembunyi agar tidak terlihat dan terkena jaring razia.

Larangan dalam perjudian ini sudah tertera jelas dalam surat yang terdapat di Al-Qur’an. Salah satunya dengan adanya QS. Al-Maidah ayat 90. Lantas, bagaimana Islam menyikapi tentang larangan praktek perjudian yang sudah menjamur ditengah masyarakat? 

Persamaan Judi dengan Khamr

Kenapa judi itu dilarang? Karena permainan judi merupakan suatu hal yang dilakukan untuk mengundi nasib. Dimana yang beruntung akan menang, dan yang tidak beruntung akan kalah. Disitulah letak kemurkaan Allah. Karena hanya Allah saja yang bisa membolak-balikkan rezeki. 

Khamr merupakan minuman yang dapat memabukkan orang. Karenanya, orang bisa lupa akan segalanya. Dengan minuman ini, orang juga bisa berbuat yang tidak baik. Mulai dari berkelahi karena mabuk, membunuh orang karena tersinggung, dan masih banyak lagi. Begitupun dengan judi, saat kalah judi, orang juga bisa melakukan hal buruk. Bisa mencuri karena kehabisan uang, bisa menganiaya karena tidak diberi uang, dan lainnya.

Oleh karenanya, Allah terlah berfirman tentang larangan judi dalam QS. Al-Maidah ayat 90 sebagai mana “Hai orang-orang beriman, sebenarnya minum (khamr), berjudi, berkorban untuk tujuan berhala, ialah perbuatan syaitan. Oleh karena itu, jauhilah semua perbuatan itu agar mendapatkan keberkahan.”

Allah menyamakan perjudian dengan meminum khamr, Al Anshab, serta Al Azlam. Apa itu? Khamr adalah minuman yang dapat membuat mabuk. Al Anshab merupakan perbuatan berkurban tetapi dilakukan untuk tujuan berhala (bisa dibilang menumbalkan sesuatu). Al Azlam sendiri adalah berjudi dengan menggunakan anak panah sebagai alat bermainnya.

Mengandung Rijs

Judi merupakan hal yang dianggap berhala karena permainannya hanya mengandalkan keberuntungan saja. Sesuatu yang berhala diyakini mengandung rijs yang artinya adalah najis dan rujz yang artinya dosa. Seperti tertuang dalam firman-Nya “Maka jauhilah darimu hal berhala yang berbau rijs” (QS. Al Hajj ayat 30) serta “dan tinggalkanlah perbuatan yang mengandung dosa” (QS. Al-Mudatsir ayat 5).

Perbuatan Setan

Kutipan “Judi yakni tindakan dan amalan syaitan” ini jelas sebagai bentuk larangan judi yang diyakini sebagai perbuatan haram. Maka dari itu, jauhilah agar tidak berdosa dan mendapat celaka.

Syaitan adalah musuh bagi manusia. Mereka selalu gencar dalam mengelabui manusia untuk melakukan perbuatan-perbuatan haram agar bisa ikut masuk kedalam neraka. Seperti firman Allah “sesungguhnya, syaitan itu adalah musuh bagimu, yang mana mereka akan mengajakmu untuk sama-sama masuk kedalam neraka” (QS. Fathir ayat 6).

Nabi Adam serta Ibu Siti Hawa telah dikeluarkan dari surga akibat bujukan dari syaitan untuk memakan buah kuldi. Mereka terbujuk godaan syaitan yang akhirnya membuat mereka dimurkai oleh Allah. “Hai anak Adam, jangan sesekali kamu sampai ditipu oleh syaitan …” (QS. Al-A’Raf ayat 27).

Syaitan sudah memiliki perjanjian dengan Allah bahwa mereka akan menjadi pendusta dan penggoda bagi manusia untuk melakukan hal tercela yang membuat mereka berdosa hingga hari kiamat tiba.

Judi Pencipta Perseteruan serta Kedengkian

Dikutip dari QS. Al Maidah ayat 91tentang larangan judi syaitan akan menciptakan perseteruan serta kedengkian antar umat karena perjudian). Dengan berjudi, syaitan akan terusan mempengaruhi kita untuk melakukan perbuatan tercela. Pertengkaran dengan sesama akan memunculkan kedengkian yang bergulir terus hingga akhir zaman. 

Maka dari itu, Allah bersabda Al Adawah atau Muqatatha’ah yang artinya putuskanlah. Dengan memutus rantai pertemanan serta pengadaan perjudian ini, diharapkan kita akan selamat dari siksa api neraka serta murka Allah. 

Karena bila bughdhu (kedengkian) sudah menguasai kita, maka akan terjadi perpecahan antar umat beragama. Itulah sebabnya judi diharamkan. Karena akibat yang ditimbulkan begitu besar dan merugikan. 

Al Ijtinab – maka jauhilah

Allah telah banyak berfirman tentang larangan judi. Seperti halnya dengan kata al ijtinab yang berarti jauhilah dan tinggalkan. Jangan mendekati, berteman, mencoba bermain, atau kasihan terhadap orang yang berjudi terutama bandar judi. Karena itulah yang akan menyelamatkan kehormatanmu serta agamamu. 

Dengan menjauhi judi, niscaya Kamu akan mendapatkan keberkahan serta keberuntungan. Dalam firman-Nya, Allah berkata “semoga kamu beruntung” (QS. Al Falah). Al Falah ini sendiri berarti kesuksesan, keberuntungan, keberkahan, kemenangan, serta kebahagiaan di dunia hingga akhirat serta bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sedangkan untuk Al Muflih sendiri berarti orang yang telah mendapatkan keberuntungan itu. 

Itulah larangan judi yang ada dalam mata agama Islam. Semoga dengan ini, bisa menjadikan referensi ilmu pengetahuan untuk tidak melakukan dan juga menjauhi perbuatannya. Semoga kita semua selalu dijauhkan dari perbuatan tercela dan selalu mendapatkan kebahagiaan jika menjauhinya.