Mengenal Awal Mula Larangan Judi dan Sejarahnya dari Masa ke Masa

pkv – Judi yang di masa sekarang dikenal sebagai permainan yang menyenangkan sekaligus menguntungkan berasal dari sejarah yang sangat panjang. Setiap jenis judi menyimpan cerita sendiri dan biasanya berasal di wilayah yang berbeda. Kemudian dari wilayah pertama dikenal, jenis-jenis judi tersebut tersebar ke wilayah lain hingga menjadi sangat populer di seluruh belahan dunia. Jenis-jenis judi tertentu bahkan selalu menjadi primadona di arena taruhan.

Di zaman sekarang, judi dikenal dengan cara taruhan yang lebih modern dan canggih. Para pemain judi sudah disediakan akses permainan tanpa mereka harus ke luar rumah dan datang langsung ke arena taruhan. Pemain tidak lagi memiliki batasan tentang kapan bisa bertaruh karena akses permainan judi masa kini memungkinkan taruhan bisa dilakukan kapan saja. Keuntungan yang mungkin didapat juga tidak selalu berupa uang kemenangan, tapi juga bisa berasal dari bonus-bonus menarik. Itulah yang disebut sebagai judi online.

Sekalipun sejarah judi sudah terukir sangat panjang dan penuh cerita, tetap saja aktivitas tersebut digolongkan dalam kegiatan terlarang. Sempat menjadi hal yang legal dan diizinkan, judi kemudian kembali ditetapkan bersama larangan. Sejarah lahirnya larangan judi kemudian menjadi hal menarik yang perlu diketahui. Karena sempat beberapa kali mengalami perubahan, aturan judi pernah berada di jalur yang berbeda. Perbedaan ini merupakan hasil dari pemikiran pemerintah pada masa itu.

Dilarang oleh Presiden Soekarno

Judi tidak langsung dilarang di Indonesia. Judi pkv sempat dilakukan dengan sangat bebas di Indonesia hingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Hingga pada akhirnya Presiden pertama Indonesia yaitu Soekarno mengeluarkan keputusan Presiden pada tahun 1965 yang menyatakan larangan terhadap semua bentuk perjudian di Indonesia. Keputusan Presiden Soekarno tersebut tidak langsung bisa diterima masyarakat dan justru menimbulkan kontroversi yang cukup rumit.

Dilegalkan Kembali

Sejarah larangan judi tidak berhenti sampai pada keputusan Presiden Soekarno. Pada tahun 1966, Gubernur DKI Jakarta yaitu Ali Sadikin mengeluarkan aturan baru. Aturan tersebut menyatakan bahwa judi termasuk aktivitas legal. Itu berarti bahwa tidak ada lagi larangan berjudi dan perjudian bisa dilakukan dengan bebas. Di sisi lain, sebuah fakta mengejutkan muncul. Pertumbuhan Jakarta sebagai ibu kota Indonesia menjadi sangat pesat karena pajak dari tempat-tempat perjudian.

Aturan Gubernur Ali Sadikin tentang judi yang bisa dengan bebas dilakukan itu bertahan hingga tahun 1977. Judi yang dilegalkan berkembang bersama tren undian yang saat itu sangat populer. Undian kupon berhadiah itu justru digagas oleh Yayasan Rehabilitasi Sosial. Tujuan dari pengadaan kupon berhadiah itu adalah untuk kegiatan sosial. Pelaksanaan program ini lebih banyak diisi dengan korupsi dan sama sekali tidak memberi manfaat.

Karena tidak menghasilkan manfaat, maka Yayasan Rehabilitasi Sosial dibubarkan pada tahun 1987. Dibubarkannya yayasan tersebut tidak membuat larangan judi jadi terhenti. Justru setelahnya muncul kembali tren kupon berhadiah dengan nama lain. Kupon berhadiah mendapat sebutan dari badan usaha undian harapan. Program tersebut diharapkan menjadi program sumbangan sosial berhadiah.

Muncul dengan Nama Porkas

Beberapa kali praktik perjudian di Indonesia memang dilabeli dengan nama kupon undian berhadiah. Dengan nama sosial yang menyertainya, aktivitas undian berhadiah ini tidak disadari sepenuhnya oleh para pelakunya sebagai taruhan. Banyak orang yang mengikuti program ini dan menganggapnya sebagai hal biasa. Padahal dengan mengikuti program undian berhadiah ini, sama saja mereka telah melakukan taruhan. Hanya saja tidak ada permainan khusus yang harus diselesaikan.

Pada tahun 1995 kembali muncul program undian berhadiah dengan nama porkas. Berbeda dengan jenis kupon undian berhadiah sebelumnya, porkas membawa nama olahraga dan seni. Porkas ditujukan untuk penggalangan dana atas nama perkembangan olahraga dan kesenian di tanah air. Pada praktiknya, program undian berhadiah dengan dalih olahraga dan seni itu membawa lebih banyak dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat dibanding manfaatnya. Karena itulah, muncul larangan judi akibat desakan banyak pihak.

Tepatnya pada tahun 1993, porkas atau undian berhadiah dengan tujuan untuk perkembangan seni dan olahraga di Indonesia resmi dibubarkan. Keputusan pembubaran ini diambil karena melihat dari begitu banyaknya efek negatif yang timbul di kalangan masyarakat. Porkas sama sekali tidak memperlihatkan hasil seperti yang diinginkan. Bidang seni dan olahraga di Indonesia justru tidak berkembang dan bahkan mengalami kemunduran.

Muncul Larangan yang Dianut Sampai Sekarang

Sejak dibubarkannya porkas, tidak ada lagi praktik undian berhadiah atau kupon dengan dalih apapun. Saat itu pula menjadi momen larangan judi kembali ditegaskan dalam aturan negara. Aturan tentang larangan semua bentuk perjudian ini tertuang dalam kitab hukum pidana pasal 303. Dalam pasal tersebut juga dijelaskan dengan lengkap sanksi yang akan dibebankan bagi pelaku pelanggaran. Tidak hanya bagi pemain, bandar judi atau pihak yang menyelenggarakan taruhan juga akan dikenai sanksi.

Pasal 303 merupakan penyempurnaan dari aturan sebelumnya yaitu UU nomor 7 tahun 1974. Undang-undang tersebut merupakan aturan tentang penertiban judi yang menyebutkan bahwa judi dianggap sebagai pelanggaran. Pada pasal 303, judi bukan lagi sebuah pelanggaran melainkan dianggap sebagai kejahatan. Pelakunya juga bukan lagi disebut sebagai pelanggar melainkan digolongkan sebagai penjahat.

Sejarah larangan judi di Indonesia ternyata cukup panjang. Larangan tersebut melalui banyak fase perubahan. Mulai dari dinyatakan legal dan boleh dilakukan, hingga beralih bentuk menjadi jenis lain yaitu kupon undian berhadiah. Hingga pada akhirnya, aturan tentang larangan perjudian ditetapkan dalam undang-undang secara sah dan menjadi pedoman yang sampai sekarang terus digunakan.