Judi Menyebabkan Kemiskinan dan Hukumnya Dalam Islam

slot online jackpot168 – Hukum judi online dalam Islam—Seringkali kita bertanya-tanya alasan kenapa kita manusia dilarang untuk melakukan “hal ini” dan diminta untuk melakukan “hal itu”? Banyak orang yang karena sering bertanya-tanya, skeptis terhadap jawaban atas pertanyaannya itu, pada akhirnya melakukannya tetap melakukan juga apa yang dilarang dengan dalih toh belum menyaksikan akibatnya. Termasuk halnya untuk judi.

Judi adalah aktivitas yang dilarang baik oleh pemerintah maupun agama. Judi oleh pemerintah dianggap tidak sesuai dengan asas sila pancasila yang adil dan tidak berat sebelah. Bisa Anda bayangkan bagaimana ketika dalam permainan judi itu salah satu dari para pemain keluar jadi pemenang dan yang lain kalah undian? Padahal, bisa saja uang yang dipertaruhkan untuk judi adalah uang hasil hutang dan anak-anaknya pun sedang dalam kondisi kelaparan.

Saat kita mendengar kata judi, apa yang ada di dalam pikiran kita? mindset yang tertanam slot online jackpot168 dalam diri masing-masing pribadi adalah, penjudi adalah pribadi yang nakal, sering mabuk-mabukan, dan bermain wanita. Ya, penjudi tidak hanya tentang mempertaruhkan uang di meja bandar, namun juga erat kaitannya dengan beberapa hal tersebut. Tidakkah hal tersebut adalah dosa besar? Selain itu, dilihat dari segi efek ekonomisnya, beberapa dampak ekonomi judi yang perlu kita perhatikan dan hindari adalah sebagai berikut:

  1. Alokasi keuangan tidak pada tempatnya

Penjudi belum tentu bermain judi karena uangnya banyak. Uang yang dipertaruhkan di meja judi belum tentu berasal dari uang pribadi yang nganggur tanpa alokasi sama sekali, namun bisa jadi uang tersebut memiliki alokasinya tersendiri. Mungkin saja uang pendidikan anak, dan sering kali merupakan uang dapur istri sehingga berujung pada tidak harmonisnya hubungan dengan pasangan.

Ya, dampak psikologis dan dampak ekonomis judi memang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Dampak judi yang cukup berbahaya adalah kecanduannya. Jika seseorang sudah merasa kecanduan judi, maka akan gelap mata dan selalu ingin berjudi, entah itu dengan cara mencuri, dengan cara merampok, atau dengan menggunakan alokasi dana di rumah untuk kepentingan judi online.

Alhasil, kebutuhan di rumah yang merupakan kewajiban justru tidak ter-cover karena alokasi dana tidak pada tempatnya. Bisa Anda bayangkan bagaimana akibat psikis dan sosialnya bagi keluarga jika kebutuhan harian dan kebutuhan wajib tidak terpenuhi?

  1. Berpotensi hutang

Para penjudi tidak selamanya ingin menang. Judi jika sudah masuk dalam kategori sesuatu yang menyenangkan dan dinikmati oleh pelakunya, maka disini judi menjadi candu dan kegemaran. Pikiran penjudi tidak lagi tentang untung dan ruginya berjudi, namun lebih kepada melakukan kegemaran. Tidak peduli apakah akan pailit, apakah hutang dan mencuri, yang penting disini adalah kebutuhan yang bersangkutan terpenuhi. Tingginya potensi hutang ini kemudian berdampak pada laku kriminalitas yang mungkin dilakukan.

  1. Terjualnya aset

Hutang dalam jumlah yang kecil mungkin tidak terasa, namun jika hutangnya mencapai nilai yang luar biasa dan pihak yang dipinjami mengancam menempuh jalur hukum, maka apa yang akan kita lakukan? Salah satu solusinya adalah dengan menjual aset yang masih ada. Biasanya, saat kita masih memiliki aset, judi akan tetap berlangsung hingga aset benar-benar terjual habis. Dan, begitupun belum menjamin para penjudi tersebut akan berhenti bermain judi.

Hukum judi online menurut Islam tentu saja adalah haram. Ini dikarenakan judi online memiliki akibat negatif yang sangat banyak terhadap manusia. Larangan agama ini pada dasarnya adalah bentuk cinta Allah kepada hamba-Nya. Hukum judi online menurut Islam salah satunya adalah seperti berikut:

Judi melalaikan manusia dari mengingat Allah. Disini yang ada di dalam pikiran para penjudi adalah bahwa judi online (sebagaimana judi pada umumnya) akan merampas perhatian penjudi pada hal yang lain dan hanya ingat pada aktivitas berjudinya saja.

Tidak ada lagi kalimat toyyibah yang diwiridkan setiap harinya. Namun yang diingat hanyalah lalai dari mengingat Allah dan gemar dengan perbuatan maksiat. Ini dikarenakan judi adalah pengaruh dari setan. Setan selalu berupaya bagaimana caranya agar dia mendapatkan teman yang tersesat selama di akhirat dan menjadi alasnya di neraka.